Kisah Kantong Plastik Berbayar

Pada tulisan ini, saya akan membahas atau menceritakan perjalanan kebijakan kantong plastik berbayar dan analisis keefektifan keberlakuan kebijakan ini. Di dalam tulisan ini juga akan dibahas penyebab dan dampak menumpuknya sampah kantong plastik bagi pencemaran lingkungan. Penulis juga berusaha memberikan solusi untuk mengurangi sampah kantong plastic selain dengan adanya kebijakan pembayaran kantong plastik berbayar.

Efektifkah Kebijakan Pemerintah

Sejak tanggal 21 Februari 2016, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru agar di setiap toko berbelanja ritel di 22 kota menambahkan biaya Rp.200 untuk setiap satu plastik yang digunakan. Sebelumnya penggunaan kantong plastic atau yang biasa disebut dengan keresek gratis bagi pelanggannya. Akan tetapi sejak kebijakan ini keluar pelanggan  ditanyakan terlebih dahulu apakah ingin menggunakan kantong plastik atau tidak. Bisa disimpulkan bahwa telah menjadi hak untuk pelanggan untuk memilih memakai kantong plastik atau tidak. Pertanyaan untuk evaluasi dari kebijakan pemerintah ini muncul: Apakah kebijakan plastik berbayar ini sudah cukup efektif mengurangi sampah plastik yang makin lama memperahatinkan?

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia menduduki peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 ton setelah Tiongkok yang mencapai 262,9 juta ton. Sementara itu, Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK memprediksikan bahwa total sampah akan meningkat 68 juta ton dan sampah plastiK diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dar total sampah keseluruhannya. Jika kita asumsikan berat 9,52 juta ton sampah plastik terdiri dari 125 ribu kantong plastik dan sebanding dengan 5 mil luas yang dibutuhkan maka Pulau Hawai akan tertutup dengan sampah.

Dampak Sampah Plastik

Bagi pemerhati dan aktivis lingkungan, sampah plastik merupakan bencana lingkungan, dikarenakan tingkat penguraian sampah platik begitu rendah dan membutuhkan ribuan tahun. Sampah plastik dapat dikategorikan dari botol plastik, kantong plastik, bungkus makanan dan barang-barang lainnya. Berikut fakta-fakta tentang dampak keresek menurut Reuselt:

  • Lebih dari 1 triliun keresek digunakan setiap tahunnya di dunia. Tiongkok sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia, sekitar 1.3 miliar orang, mengonsumsi sekitar 3 miliar sampah keresek per tahunnya.
  • Sekitar 1 juta keresek digunakan setiap menitnya.
  • Sebuah keresek memerlukan waktu 1.000 tahun untuk menguraikannya secara alami.
  • Lebih dari 3.5 juta ton keresek, karung, dan pembungkus lainnya dibuang pada tahun 2008.
  • Penggunaan keresek saja di Amerika Serikat mencapai 100 miliar yang menghabiskan biaya bagi para retailer sekitar 4 miliar dollar per tahun.
  • Keresek merupakan jenis sampah di lautan yang paling umum kedua setelah puntung rokok.
  • Keresek tetap mengandung racun meskipun sudah terurai.
  • 1 mil persegi lautan memiliki sekitar 46 ribu plastik yang mengambang di atasnya.

 

images

 

Uji Coba Kantong Plastik Berbayar

Sebelum menetapkan kebijakan ini, pemerintah melakukan uji coba kantong plastik berbayar mulai tanggal 21 Februari 2016, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional di 22 kota di Idonesia. Salah satu kota untuk penerapan ini, yaitu Kota Bandung. Di Bandung uji coba dilakukan di 20 titik dan dilakukan sesuai prosedur bahwa pelanggan ditanyakan oleh kasir apakah ingin menggunakan kantong plastik atau tidak. Berikutnya, kasir melayani sesuai keinginan oleh pelanggan, karena minimarket atau supermarket masih menyediakan kantong plastik bagi pelanggan yang ingin menggunakan.

Legalitas Peraturan Kantong Sampah Plastik Berbayar

Sebenarnya uji coba ataupun kebijakan plastic berbayar ini dikeuarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berdasarkan Surat Edaran Nomor S.71/Men LHK –II/ 2015 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka mengurangi penggunaan sampah plastik daam setahun. Pengurangan sampah plastik ini sejalan dengan Rencana Pembanunan Jangka Menengah Nasional terkait pengurangan penggunaan sampah nasional sekitar 11 persen pada tahun 2016. Kebijakan ini juga direncanakan untuk diterapkan di pasar tradisional .

Namun ternyata, kebijakan kantong plastic berbayar ini masih dibicarakan mengenai legalitas keberadaannya. Hal ini dikarenakan kebijakan ini hanya sebatas edaran dan belum diatur dalam Peraturan Menteri. Penetapan dalam Peraturan Menteri dibutuhkkan untuk menghindari perbedaan penetapan kantong plastik berbayar yang berbeda-beda. Karena ditemukan harga yang berbeda-beda dimulai dari Rp.200, Rp.3000, hingga Rp.5000. Keberadaan Surat Edaran di dalam mata hokum seperti dalam bentuk tidak wajib dan sifatnya tidak tegas. Sehingga Peraturan Menteri diperlukan agar alokasi dan kebijakan ini bersifat tegas. Mengenai perbedan harga, penulis menyarankan agar hal itu dilakukan, karena ini berkaitan dengan tingkat populasi dan pendapatan di masing-masing kota. Semakin tinggi populasi kota, semakin besar kemungkinan menambahnya sampah plastik dan semakin tinggi rata-rata tingkat pendapatan di suatu kota, maka harga yang dikenakan juga harus dinaikkan mengingat adanya kebijakan ini untuk menjaga  lingkungan.

Evaluasi Kebijakan

Implemetasi dalam kebijakan ini, pemerintah akan melakukan evaluasi setiap 3 bulan sekali dan melihat apakah kebibajakan ini dapat mengurangi tingkat sampah plastic atau tidak. Apabila ternyata pemberlakuan kebijakan ini tidak terlalu siginifikan, pemerintah bisa saja menaikkan harga yang berawalya Rp.200. Sedangkan uang yang selama ini didapat dititipkan kepada ritel belanja untuk dilakukan program peduli masyarakat.

Pengaruh Lingkungan

Kantong plastik merupakan salah satu produk yang diproduksi secara masiv yang tujuan awalnya untuk membantu masyarakat membawa barang-barang belanja. Kita dapat melihat pengunaan plastik ini di berbagai tempat dimulai dari, pasar tradisional, minimarket bahkan supermarket. Khusus untuk beberapa minimarket atau supermarket biasanya menawarkan kantong plastic yang ramah lingkungan dengan mekanisme penguraian yang lebih cepat dibandingkan kantong plasik pada umumnya. Pada umumnya kantong plastik membutuhka waktu 10-12 tahun agar terura dengan baik, hal ini jika dilakukan pemerosesan uraian di dalam tanah. Sedangkan kanton plastic dari minimarket atau supermarket membutuhkan waktu sekitar 2 tahun agar dapat terurai dengan sempurna. Hal ini akan terasa percuma, jika tempat pembuangan sampah plastic yaitu lebih banyak di laut. Hal ini juga akan berdampak berantai terhadap biota laut, karena tercemarnya ekosistem mereka.

wpid-penyu-ini-mengira-sampah-plastik-sebagai-makanan

Kenapa Menggunakan Kantong Plastik

Kehadiran dari kantong plastik menjadi terbalik dari tujuan awalnya, yaitu untuk membantu masyarakat dan pada akhirnya pada jangka waktu yang lama justru akan merusak lingkungan masyarakat. Tetapi, berikut akan saya coba analisis alasan masyarakat tetap mengunakan kantong plastik:

  1. Fleksibilitas

Dengan adanya penyediaan kantong platik, masyarakat tidak perlu ribet lagi membawa tas untuk menenteng barang belanjaannya. Bentuk plastik yang bisa mengikuti sesuai bentuk benda di dalamnya, juga menjadi alternatif pertama sebagai keranjang belanja. Kebanyakan pembeli berpikir mengutamakan fleksibel dengan memakai kantong plastik, dibandingkan menggunakan goodie bag atau tas.

  1. Harganya Murah

Sebagai penjual,  sudah menjadi hal yang lumrah untuk menyediakan kantong plastik agar pembeli dapat dengan mudah membawa barang belanjaannya. Sebagai contohnya kantong plastik hitam yang biasanya dijumpai harganya Rp.19.000 dengan ukuran 24×40 cm dan jumlahny 225 lembar.

  1. Sekali Pakai

Sebagian masyarakat berpikir tak perlu bingung untuk menyimpan kantong plastic yang telah digunakannya. Mereka cukup memilah mana kantong plastik yang dirasa layak masih dipakai atau tidak. Ketika mereka berpikir kalua plastic yang digunakan sudah tidak pakai, maka sampah plastic akan dibuang ke tempat sampah.

bahaya-kresek-hitam-290x300

Solusi

Kita acap kali mendengarkan aktivis lingkungan menyuarakan untuk mengunakan goodie bag atau membawa tas setiap ingin berbelanja. Menurut saya, untuk beberapa barang yang berukuran kecl dan masih memungkinkan untuk dibawa, sebaiknya hindari penggunaan sampah kantong plastik. Penataan kantong plastik di rumah juga dibutuhkan karena sangat disarankan bagi kalian yang memiliki waktu senggang dapat menyimpan kantong plastic dengan cara seperti video  ini agar dapat digunakan kembali. Selain itu, diharapkan dapat munculnya pengembangan produk yang dapat membantu masyarakan membawa belanjaannya yang meiliki utilitas yang sama bahkan lebih seperti kantong plastik. Tentunya hal itu harus dipertimbangkan mengenai aspek kemudahan dan juga harga dari produk. Mengenai metode pembayaran yang diterapkan dapat menjadi salah satu kebijakan yang bijak akan tetapi semua kembali kepada kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.

Advertisements

Gotcha

Hello World. That was the first word came to my head-stuck on that time. Perhaps, it was too late for me for beginning the activity like a blogging, writting or what suits on. Depend on me suck-english-language, I try  to share and distract oll of you by my way. Come on, guys. At least I try to be a betterment. That was a bunch of word I always keep saying to my lovely. I hope still being my lovely. Over all, starting from now I have to be a new guy.