It’s a Must To Know VUCA

Since Asean Economic Community was launched in December 31 2015, one of the benefit is citizens of ASEAN get a huge opportunity for getting job in countries of South East Asia. This opportunity comes from the policy such as facilitating the free flow of skilled labor: the ASEAN Agreement on the Movement of Natural Persons (MNP) provides a legal framework to ease temporary cross-border movement of people engaged in the trade. Due to this policy, skilled labors are triggered to work in company which offers higher salary and competitive environment. The phenomenon of the free flow affects competitiveness of skilled labor market, either is national companies or multi-national companies.


VUCA stands for volatility, uncertainty, complexity, ambiguity firstly used by the United States military to discuss preparedness, the term was later popularized in the publications of Bob Johansen of the Institute for the Future.* Nick Petrie in Future Trends in Leadership

Volatile-change happens rapidly and on a large scale

Uncertain-the future cannot be predicted any precision

Complex-challenges are complicated by many factors and there are few single causes or solutions

Ambiguous-there is little clarity on what events mean and what effect that may have

The opportunity for getting job in a good company influences the labor skilled to move from one company to others in short time. As the result, the turnover rate, including in Indonesia increase. According to Mecer Talent Consulting & Information Solution, the turnover rate in all industry sectors in Indonesia is 8.4% and it tends to increase as linear as population growth. As we know, in 2021, Indonesia will get the benefit of the higher number of productive age, known as “bonus demografi”. This situation as same as happened in Japan, 1950. This is one of the key successes of Japan to be the development country, by optimizing their youth generation.

What Do Matters?

Demographic dividend can be both either an opportunity or a threat for the company. The company that realized will take some awareness of the demographic dividend and it surely changes corporate strategies. Because, even there will be a great of resources, the company will have to find a way to attract potential talents and maintain their interest. Talent availability and talent retention will be focused on corporate management, in order to prepare the war of talent. Furthermore, this condition is one of symptoms of VUCA world. VUCA is an acronym of volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity which describes the condition of multipolar world. The VUCA environment means that company must focus on what is possible rather than on what is likely to occur. The presence of VUCA also leads companies to face lack of future leader which is the situation where leader or senior management in the company have not lots of choices of potential workers in company to be company leader in the future. Lack of future leader will impact on the whole company condition, because probability of potential leaders who stay and loyal to company is unpredictable.

This challenge is so critical to company survival. In addition, having a good leader may lead the organization deftly on making a greater decision making, high confidence, and ready adaptability in order to achieve a successful goal. In this era, challenge of leader on facing VUCA world increases as linear as level of company growth. In the last four years, from 2009 to 2014, the percentage of leader who believe they have a high quality of their organization enhance each of the year. In fact, there was downgrading level of readiness of future leader. At best only 15% in 2014, whereas in 2011 reached out 18%.

Less than two third of leader said that they are ready for being future leader and be capable of facing VUCA world. On the other hand, HR professional said that approximately a third of whom viewed their organization’s leader as not capable meeting the challenges of volatility (40 percent), uncertainty (32 percent), complexity (36 percent), and ambiguity (31 percent). Only 18 percent identified by HR of each their organization believes they have a high requirement on challenging VUCA world.

Root Causes in VUCA Matter

The acronym VUCA has gained traction as a way to describe today’s business world. It is so important that company can flex and adapt to VUCA world, and it requires new ways of thinking. To indicates what the pressing issues of VUCA world in which company must navigate, the fishbone analysis will be used. In this case, the head generally say as company should face VUCA world to survive in business, while the body tell why VUCA challenges is critical to the company to be success.

1. Human Capital is Impotant.

In the past few years, The Conference Board of CEOs, indicated human capital remains the top challenge for the leader of the company. There are two issues in the human capital that gain attention, i.e. War of the talent and Lack of Future Leader. We sum up it in the most two critical challenges for the leader that is poor leadership and poor human development.

2. A new way of technology changing.

VUCA world can be separated from the fast changing of technology. The uncertainty of technology drive leader to pay more attention in the digital conversation than before. Information age and digital transformation in economies, human capital, and other aspects opens up opportunities to be more efficient, while it also poses threats to established the business.

3. Increased regulation

The requirements of regulations is a perfect way to describes a complexity in VUCA worlds. Although the policy such as AEC has diminished the boundary line between countries in terms of economy, the company still have to meet some local regulations. The chalengge  of leading across countries is the leader have to faces different cultures and regulations of each country.

Proposed Solution

After analyzing the problem and data, the root cause of each problem symptoms are found. Nowadays, each of HR professional in company struggle to solve and figure the best alternatives on challenging VUCA world. Finding the best alternative would be difficult, but here are current methods that most applicable in company: training, job assignment, action learning, executive coaching, mentoring, and 360-degree feedback.


Kisah Kantong Plastik Berbayar

Pada tulisan ini, saya akan membahas atau menceritakan perjalanan kebijakan kantong plastik berbayar dan analisis keefektifan keberlakuan kebijakan ini. Di dalam tulisan ini juga akan dibahas penyebab dan dampak menumpuknya sampah kantong plastik bagi pencemaran lingkungan. Penulis juga berusaha memberikan solusi untuk mengurangi sampah kantong plastic selain dengan adanya kebijakan pembayaran kantong plastik berbayar.

Efektifkah Kebijakan Pemerintah

Sejak tanggal 21 Februari 2016, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru agar di setiap toko berbelanja ritel di 22 kota menambahkan biaya Rp.200 untuk setiap satu plastik yang digunakan. Sebelumnya penggunaan kantong plastic atau yang biasa disebut dengan keresek gratis bagi pelanggannya. Akan tetapi sejak kebijakan ini keluar pelanggan  ditanyakan terlebih dahulu apakah ingin menggunakan kantong plastik atau tidak. Bisa disimpulkan bahwa telah menjadi hak untuk pelanggan untuk memilih memakai kantong plastik atau tidak. Pertanyaan untuk evaluasi dari kebijakan pemerintah ini muncul: Apakah kebijakan plastik berbayar ini sudah cukup efektif mengurangi sampah plastik yang makin lama memperahatinkan?

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia menduduki peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 ton setelah Tiongkok yang mencapai 262,9 juta ton. Sementara itu, Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK memprediksikan bahwa total sampah akan meningkat 68 juta ton dan sampah plastiK diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dar total sampah keseluruhannya. Jika kita asumsikan berat 9,52 juta ton sampah plastik terdiri dari 125 ribu kantong plastik dan sebanding dengan 5 mil luas yang dibutuhkan maka Pulau Hawai akan tertutup dengan sampah.

Dampak Sampah Plastik

Bagi pemerhati dan aktivis lingkungan, sampah plastik merupakan bencana lingkungan, dikarenakan tingkat penguraian sampah platik begitu rendah dan membutuhkan ribuan tahun. Sampah plastik dapat dikategorikan dari botol plastik, kantong plastik, bungkus makanan dan barang-barang lainnya. Berikut fakta-fakta tentang dampak keresek menurut Reuselt:

  • Lebih dari 1 triliun keresek digunakan setiap tahunnya di dunia. Tiongkok sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia, sekitar 1.3 miliar orang, mengonsumsi sekitar 3 miliar sampah keresek per tahunnya.
  • Sekitar 1 juta keresek digunakan setiap menitnya.
  • Sebuah keresek memerlukan waktu 1.000 tahun untuk menguraikannya secara alami.
  • Lebih dari 3.5 juta ton keresek, karung, dan pembungkus lainnya dibuang pada tahun 2008.
  • Penggunaan keresek saja di Amerika Serikat mencapai 100 miliar yang menghabiskan biaya bagi para retailer sekitar 4 miliar dollar per tahun.
  • Keresek merupakan jenis sampah di lautan yang paling umum kedua setelah puntung rokok.
  • Keresek tetap mengandung racun meskipun sudah terurai.
  • 1 mil persegi lautan memiliki sekitar 46 ribu plastik yang mengambang di atasnya.




Uji Coba Kantong Plastik Berbayar

Sebelum menetapkan kebijakan ini, pemerintah melakukan uji coba kantong plastik berbayar mulai tanggal 21 Februari 2016, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional di 22 kota di Idonesia. Salah satu kota untuk penerapan ini, yaitu Kota Bandung. Di Bandung uji coba dilakukan di 20 titik dan dilakukan sesuai prosedur bahwa pelanggan ditanyakan oleh kasir apakah ingin menggunakan kantong plastik atau tidak. Berikutnya, kasir melayani sesuai keinginan oleh pelanggan, karena minimarket atau supermarket masih menyediakan kantong plastik bagi pelanggan yang ingin menggunakan.

Legalitas Peraturan Kantong Sampah Plastik Berbayar

Sebenarnya uji coba ataupun kebijakan plastic berbayar ini dikeuarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berdasarkan Surat Edaran Nomor S.71/Men LHK –II/ 2015 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka mengurangi penggunaan sampah plastik daam setahun. Pengurangan sampah plastik ini sejalan dengan Rencana Pembanunan Jangka Menengah Nasional terkait pengurangan penggunaan sampah nasional sekitar 11 persen pada tahun 2016. Kebijakan ini juga direncanakan untuk diterapkan di pasar tradisional .

Namun ternyata, kebijakan kantong plastic berbayar ini masih dibicarakan mengenai legalitas keberadaannya. Hal ini dikarenakan kebijakan ini hanya sebatas edaran dan belum diatur dalam Peraturan Menteri. Penetapan dalam Peraturan Menteri dibutuhkkan untuk menghindari perbedaan penetapan kantong plastik berbayar yang berbeda-beda. Karena ditemukan harga yang berbeda-beda dimulai dari Rp.200, Rp.3000, hingga Rp.5000. Keberadaan Surat Edaran di dalam mata hokum seperti dalam bentuk tidak wajib dan sifatnya tidak tegas. Sehingga Peraturan Menteri diperlukan agar alokasi dan kebijakan ini bersifat tegas. Mengenai perbedan harga, penulis menyarankan agar hal itu dilakukan, karena ini berkaitan dengan tingkat populasi dan pendapatan di masing-masing kota. Semakin tinggi populasi kota, semakin besar kemungkinan menambahnya sampah plastik dan semakin tinggi rata-rata tingkat pendapatan di suatu kota, maka harga yang dikenakan juga harus dinaikkan mengingat adanya kebijakan ini untuk menjaga  lingkungan.

Evaluasi Kebijakan

Implemetasi dalam kebijakan ini, pemerintah akan melakukan evaluasi setiap 3 bulan sekali dan melihat apakah kebibajakan ini dapat mengurangi tingkat sampah plastic atau tidak. Apabila ternyata pemberlakuan kebijakan ini tidak terlalu siginifikan, pemerintah bisa saja menaikkan harga yang berawalya Rp.200. Sedangkan uang yang selama ini didapat dititipkan kepada ritel belanja untuk dilakukan program peduli masyarakat.

Pengaruh Lingkungan

Kantong plastik merupakan salah satu produk yang diproduksi secara masiv yang tujuan awalnya untuk membantu masyarakat membawa barang-barang belanja. Kita dapat melihat pengunaan plastik ini di berbagai tempat dimulai dari, pasar tradisional, minimarket bahkan supermarket. Khusus untuk beberapa minimarket atau supermarket biasanya menawarkan kantong plastic yang ramah lingkungan dengan mekanisme penguraian yang lebih cepat dibandingkan kantong plasik pada umumnya. Pada umumnya kantong plastik membutuhka waktu 10-12 tahun agar terura dengan baik, hal ini jika dilakukan pemerosesan uraian di dalam tanah. Sedangkan kanton plastic dari minimarket atau supermarket membutuhkan waktu sekitar 2 tahun agar dapat terurai dengan sempurna. Hal ini akan terasa percuma, jika tempat pembuangan sampah plastic yaitu lebih banyak di laut. Hal ini juga akan berdampak berantai terhadap biota laut, karena tercemarnya ekosistem mereka.


Kenapa Menggunakan Kantong Plastik

Kehadiran dari kantong plastik menjadi terbalik dari tujuan awalnya, yaitu untuk membantu masyarakat dan pada akhirnya pada jangka waktu yang lama justru akan merusak lingkungan masyarakat. Tetapi, berikut akan saya coba analisis alasan masyarakat tetap mengunakan kantong plastik:

  1. Fleksibilitas

Dengan adanya penyediaan kantong platik, masyarakat tidak perlu ribet lagi membawa tas untuk menenteng barang belanjaannya. Bentuk plastik yang bisa mengikuti sesuai bentuk benda di dalamnya, juga menjadi alternatif pertama sebagai keranjang belanja. Kebanyakan pembeli berpikir mengutamakan fleksibel dengan memakai kantong plastik, dibandingkan menggunakan goodie bag atau tas.

  1. Harganya Murah

Sebagai penjual,  sudah menjadi hal yang lumrah untuk menyediakan kantong plastik agar pembeli dapat dengan mudah membawa barang belanjaannya. Sebagai contohnya kantong plastik hitam yang biasanya dijumpai harganya Rp.19.000 dengan ukuran 24×40 cm dan jumlahny 225 lembar.

  1. Sekali Pakai

Sebagian masyarakat berpikir tak perlu bingung untuk menyimpan kantong plastic yang telah digunakannya. Mereka cukup memilah mana kantong plastik yang dirasa layak masih dipakai atau tidak. Ketika mereka berpikir kalua plastic yang digunakan sudah tidak pakai, maka sampah plastic akan dibuang ke tempat sampah.



Kita acap kali mendengarkan aktivis lingkungan menyuarakan untuk mengunakan goodie bag atau membawa tas setiap ingin berbelanja. Menurut saya, untuk beberapa barang yang berukuran kecl dan masih memungkinkan untuk dibawa, sebaiknya hindari penggunaan sampah kantong plastik. Penataan kantong plastik di rumah juga dibutuhkan karena sangat disarankan bagi kalian yang memiliki waktu senggang dapat menyimpan kantong plastic dengan cara seperti video  ini agar dapat digunakan kembali. Selain itu, diharapkan dapat munculnya pengembangan produk yang dapat membantu masyarakan membawa belanjaannya yang meiliki utilitas yang sama bahkan lebih seperti kantong plastik. Tentunya hal itu harus dipertimbangkan mengenai aspek kemudahan dan juga harga dari produk. Mengenai metode pembayaran yang diterapkan dapat menjadi salah satu kebijakan yang bijak akan tetapi semua kembali kepada kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.

Super Mentor #8

Malam minggu biasanya dikenal oleh pemuda-pemudi untuk mengahabiskan waktunya bersama pasangannya, beristirahat sejenak. Hal yang berbeda dilakukan oleh saya dan teman-teman baru saya untuk menghabiskan detik-detik malam minggu bersama teman MAB mengikuti seminar Super Mentor 8 yang merupakan seminar inspirasi anak muda yang didirikan oleh Dinno Patti Djalal. Bagi saya ini merupakan pertama kali, mengikuti seminar Super Mentor, tetapi buat teman-teman MAB ini merupakan seminar rutin yang harus diikuti sebelumnya.

Kebetulan pada kali ini bertepatan dengan ulang tahun Pak Dinno yang ke-50 tahun. Tetapi beliau tidak ingin merasa tua, beliau mengatakan umurnya sebagai ‘’ a half of century”. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari teman-teman, biasanya Super Mentor diisi oleh banyak pembicara yang inspiratif bahkan petinggi negara. Tetapi, kali ini hanya diisi oleh Pak Dinno sendiri. Pak Dinno ingin menyampaikan pesan-pesan kepada anaknya, Alexa, Keanu, Chloe untuk suatu hari nanti ketika mereka dewasa menonton videonya :

Berikut ini adalah pesan-pesan yang disampaikan beliau kepada anak-anaknya dan untuk pemuda yang hadir :

  1. Everybody has something extraordinary inside

Pak Dinno percaya semua orang pasti merasa dirinya spesial dan sangat luar biasa. Kita berbeda dengan orang lain. Jangan takut berbeda dengan orang lain dan buktikan diri kalau memang diri kita spesial daripada orang lain.

  1. Add value +++ to your work

Sangat tidak mungkin kita menyelesaikan dan mengerjakan sesuatu secara sempurna. Tapi kita bisa berusaha lebih baik dengan menambahkan nilai plus atau lebih terhadap sesuatu yang dikerjakan.

  1. Learn how to get things done

Belajarlah untuk menyeselesaikan hal-hal yang kita kerjakan, baik itu hanya hal-hal kecil dan sepele. Jangan pernah meremehkan suatu pekerjaan. Tuntaskan semuanya hingga berakhir.

  1. Positive energy

Milikilah energy postif terhadap sesuatu apapun yang kita alami dan kerjakan. Kita mampu melakukan sesuatu yang lebih dan di luar kemampuan kita jika kita memiliki energy positif. Tentunya energy positif juga dapat mengalir dan menyebar ke orang lain.

  1. You cannot change the world, but you can change your world

Benda-benda dan orang-orang yang berada beberapa meter di depanmu itu adalah duniamu. Terlalu besar dan rumit untuk mengubah dunia ini, tapi kamu pasti mampu mengubah orang-orang terdekat yang ada di sekitarmu. Hal itu akan sama besar seperti merubah dunia.

  1. How power really is changing

Semua orang memiliki kapasitas diri masing-masing untuk memengaruhi dunianya. Pemerintah memiliki kapasitas yang besar bagaimana mewujudkan perubahan dalam dunia, tetapi kita juga bisa memengaruhi dengan kapasitas yang kita punya.

  1. Nurture the humanity iniside of you

Sebagai manusia pastinya kita memiliki rasa kemanusiaan di dalam diri masing-masing. Banyak kejadian bencana yang melanda saudara kita di bumi pertiwi ini. Jangan pernah menutup mata dan hati terhadap kejadian yang menimpa mereka.

  1. Speak up, push back, stand up, step up

Kita harus bisa mengerti dengan kondisi, ada saatnya kita harus maju berbicara, ada saatnya kita harus berani menekan balik, ada saatnya kita harus sanggup berdiri tegak, dan ada saatnya kita harus melangkah.

  1. Don’t try to be me, just be a better you

You don’t have be scared if you cannot be as like your idol, just be yourself and upgrade yourself to be better and better.

Bersama Teman MAB

Karya Payah

Awan mendung semenjak tadi terpapar

Mencurahkan hujan butir beribu butir

Benda langit itu menerjang semua benda bumi

Terdengar gemuruh dibalik dinding berkayu ini

Namun bukan itu semua fokus tertuju

Bau keringat yang seketika menjadi favorit indra penciuman

Desahan sembarang yang mengalahkan teraturnya komposisi Mozart

Tak kuberi waktu lepas tanpa melihat wajah itu

Mengisyaratkan bahwa yang dilakukan benar 

Oh dewa-dewa apakah itu cinta 

Entahlah aku belum pernah merasakannya

Dari Catatan Kecil

27 Juni 2013


Hello World. That was the first word came to my head-stuck on that time. Perhaps, it was too late for me for beginning the activity like a blogging, writting or what suits on. Depend on me suck-english-language, I try  to share and distract oll of you by my way. Come on, guys. At least I try to be a betterment. That was a bunch of word I always keep saying to my lovely. I hope still being my lovely. Over all, starting from now I have to be a new guy.